Pada hari rabu, 04 september 2013 EKSTRAKULIKULER KIR SMANTIC mengadakan kunjungan ke BIOTEKNOLOGI LIPI. Kegiatan kunjungan ini bertujuan untuk menjalin kebersamaan dan keakraban para anggota KIR. serta untuk menambah pengetahuan tentang tempat atau hal baru yang belum diketahui. Kegiatan ini diikuti oleh pembina ekskul KIR yaitu ibu Mugi Asri Hati, dan dibimbing juga oleh pak Yaldi, dan 20 orang anggota KIR.
Di BIOTEKNOLOGI LIPI kita diterangkan tentang cara membuat fermentasi MSG (MONOSODIUM GLUTAMAT), juga dijelaskan tentang sejarah BIOTEKNOLOGI.
KIR adalah singkatan dari Karya Ilmiah Remaja, kata Ilmiah sendiri merupakan ilmu yang mendukung sesuatu dan terdapat metode dan cara-cara nya yang bersifat rasional (masuk akal).
Proses pembuatan MSG (MONOSODIUM GLUTAMAT) :
1. MSG dibuat melalui proses fermentasi dari
tetes-gula (molases) oleh bakteri
(Brevibacterium lactofermentum). Dalam
peroses fermentasi ini, pertama-tama akan
dihasilkan Asam Glutamat. Asam Glutamat yang
terjadi dari proses fermentasi ini, kemudian
ditambah soda (Sodium Carbonate),
sehingga akan terbentuk Monosodium Glutamat
(MSG). MSG yang terjadi ini, kemudian dimurnikan
dan dikristalisasi, sehingga merupakan serbuk
kristal-murni, yang siap di jual di pasar.
2. SEBELUM bakteri (pada Butir 1) tersebut
digunakan untuk proses fermentasi pembuatan MSG,
maka terlebih dahulu bakteri tersebut harus
diperbanyak (dalam istilah mikrobiologi:
dibiakkan atau dikultur) dalam suatu media yang
disebut
Bactosoytone. Proses pada Butir 2
ini dikenal sebagai proses pembiakan bakteri,
dan terpisah sama-sekali (baik ruang maupun
waktu) dengan proses pada Butir 1. Setelah
bakteri itu tumbuh dan berbiak, maka kemudian
bakteri tersebut diambil untuk digunakan sebagai
agen-biologik pada proses fermentasi membuat MSG
(Proses pada Butir 1).
3. Bactosoytone sebagai media
pertumbuhan bakteri, dibuat tersendiri dengan cara
hidrolisis-enzimatik dari protein kedelai
(Soyprotein). Dalam bahasa yang sederhana,
protein-kedelai dipecah dengan bantuan enzim
sehingga menghasilkan peptida rantai pendek
(
pepton) yang dinamakan
Bactosoytone itu. Enzim yang dipakai pada
proses hidrolisis inilah yang disebut
Porcine.
4. Perlu dijelaskan disini bahwa, enzim
Porcine yang digunakan dalam proses
pembuatan media
Bactosoytone, hanya
berfungsi sebagai katalis, artinya enzim
tersebut hanya mempengaruhi kecepatan reaksi
hidrolisis dari protein kedelai menjadi
Bactosoytone, TANPA ikut masuk ke dalam
struktur molekul
Bactosoytone itu. Jadi
Bactosoytone yang diproduksi dari proses
hidrolisis-enzimatik itu, selain karena produk
Bactosoytone yang terjadi itu mengalami
proses "clarification" sebelum dipakai sebagai
media pertumbuhan, juga karena memang unsur
enzim
Porcine ini tidak masuk dalam
struktur molekul
Bactosoytone, karena
Porcine hanya sebagai katalis saja .
5. Proses clarification yang dimaksud adalah
pemisahan enzim
Porcine dari
Bactosoytone yang terjadi. Proses ini
dilakukan dengan cara pemanasan 160
oF
selama sekurang-kurangnya 5 jam, kemudian
dilakukan filtrasi, untuk memisahkan enzim
Porcine dari produk
Bactosoytone-nya. Filtrat yang sudah
bersih ini kemudian diuapkan, dan
Bactosoytone yang terjadi diambil.
6. Perlu dijelaskan disini, bahwa proses
pembuatan Media
Bactosoytone ini
merupakan proses yang terpisah sama sekali
dengan proses pembuatan MSG. Media
Bactosoytone merupakan suatu media
pertumbuhan bakteri, dan dijual di pasar, tidak
saja untuk bakteri pembuat MSG, tetapi juga
untuk bakteri-bakteri lainnya yang digunakan
untuk keperluan pembuatan produk biotek-industri
lainnya.
7. Catatan: nama
Bactosoytone merupakan
nama dagang, yang dapat diurai sebagai berikut:
Bacto adalah nama dagang dari Pabrik pembuatnya
(Difco Co); Soy dari asal kata soybean:kedelai,
tone, singkatan dari peptone; jadi Bactosoyton
artinya pepton kedelai yang dibuat oleh pabrik
Difco.
8. Setelah bakteri tersebut ditumbuhkan pada
Media
bactosoytone, kemudian dipindahkan
ke Media Cair Starter. Media ini sama sekali
tidak mengandung
bactosoytone. Pada Media
Cair Starter ini bakteri berbiak dan tumbuh
secara cepat.
9. Kemudian, bakteri yang telah berbiak ini
dimasukkan ke Media Cair Produksi, dimana
bakteri ini mulai memproduksi asam glutamat;
yang kemudian diubah menjadi MSG. Media Cair
Produksi ini juga tidak mengandung
bactosoytone.
10. Perlu dijelaskan disini bahwa bakteri
penghasil MSG adalah
Brevibacterium
lactofermentum atau
Corynebacterium
glutamicum, adalah bakteri yang hidup dan
berkembang pada media air. Jadi bakteri itu
termasuk aqueous microorganisms.
Sejarah BIOTEKNOLOGI :
1.) 1750 BC : fermentasi, natural product (minuman dan obat-obatan), biological control agent microbial (nitrogen fixation), control of pollution, bio mining bio gas.
2.) 1863 : (Gregor Mendel) discovered tanaman kacang. Generasi kedua termasuk kultur jaringan pertanian dan ternak, tanaman tahan penyakit, polyclonal dan monoclonal anti bodies. produksi obat, vaksin dan alat diagnostil untuk hewan dan tanaman.
3.) Mencakup : kesehatan (biologies, devices, diasnotics) dan pangan (conservation, genetically,modification).
Kita berangkat pada pukul 09.00 dan pulang pada pukul 12.00, setelah selesai dari BIOTEKNOLOGI LIPI kita semua istirahat sejenak sambil makan bersama. Demikian kegiatan kunjungan ilmiah KIR SMANTIC, semoga bermanfaat.